Angkutan
Umum
Saat melakukan kegiatan sehari-hari baik ke kampus,
pergi jalan-jalan, bahkan ke tempat ibadat, sebagian besar orang-orang
menggunakan angkutan umum sebagai alat transportasi. Pada dasarnya angkutan
umum adalah sarana untuk mengangkut orang atau barang dari suatu tempat ke
tempat yang ditujukan. Dalam mengangkut penumpang, angkutan umum biasanya
mengenakan tarif yang telah disetujui oleh pemerintah. Tarif yang diberikan
kepada para penumpang biasanya dapat dihitung dari jarak angkut penumpang
sampai ke tempat tujuan penumpang.
Angkutan umum biasanya dapat kita jumpai di terminal
atau di tempat perhentian. Angkutan umum yang ada di setiap daerah biasanya
memiliki warna yang bermacam-macam.
Perbedaan warna pada angkutan umum bertujuan agar para penumpang dapat
membedakan angkutan yang akan mengangkut mereka ke tempat tujuan mereka. Selain
perbedaan warna, angkutan umum juga menggunakan angka untuk membedakan tempat
tujuan mereka.
Angkutan umum berperan dalam memenuhi kebutuhan
manusia untuk berpindah tempat baik dalam jarak dekat, jarak menengah, atau
jarak jauh. Angkutan umum juga berperan dalam pengendalian lalulintas,
penghematan bahan bakar, dan pengembangan wilayah.
Peran angkutan umum untuk berpindah tempat baik
dalam jarak dekat, jarak menengah, atau jarak jauh dapat dilihat dari jumlah
tarif yang dikenakan kepada penumpang. Angkutan umum yang berada di Gading
Serpong yang berwarna kuning mengenakan tarif Rp3.000.- untuk penumpang dari
Summarecon Serpong sampai ke Kelapa Dua. Ketika kita berada di angkutan umum
pak sopir tidak membetikan biaya kepada kita, tetapi ketika kita akan turun
dari angkutan umum pada saat sampai di tempat tujuan, kita harus membayar
Rp3.000.-. Jika kita memberikan uang dengan pecahan lebih dari Rp3.000.- , maka
sopir akan mengembalikan uang kembalian. Untuk jarak dekat, angkutan umum
daerah Gading Serpong mengenakan tarif dasar yaitu Rp3.000.- . Berbeda halnya
jika penumpang yang berada di daerah Summarecon Serpong menuju di Perampatan
Kantor, angkutan umum mengenakan tarif Rp4.000.- . Penumpang angkutan umum yang
berada di Gading Serpong menuju Malabar diberikan tarif Rp5.000.- .
Bukan
hanya tarif yang murah, angkutan umum juga dapat mengangkut paling banyak 12
penumpang dalam satu kali perjalanan. Penumpang yang ada di dalam angkutan umum
adalah anak sekolah, mahasiswa, pegawai, ibu-ibu yang manuju ke pasar, dan
sebagainya.
Angkutan umum berperan dalam pengendalian lalulintas
yaitu dapat mengatasi kemacetan. Ketika kita mengamati lalu lintas yang semakin
hari semakin padat karena banyaknya pengguna mobil pribadi tentunya itu sangat
mengganggu kenyamanan dalam perjalanan kita. Angkutan umum yang dapat
mengangkut 12 penumpang tentunya menjadi salah satu cara untuk mengatasi
kemacetan yang terjadi. Bayangkan jika 12 penumpang yang ada di dalam angkutan
umum memiliki mobil pribadi, itu akan menambah jumlah mobil di jalan raya.
Banyak berita yang dimuat di surat kabar dan
televisi yang menampilkan berita tentang kelangkaan Bahan Bakar Minya atau BBM.
Kita tahu Minyak Bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
atau dalam kata lain tidak dapat terus ada dan pada suatu saat akan habis.
Dengan penggunaan angkutan umum, kita dapat menghemat BBM. Ketika kita berada
di SPBU sangat banyak mobil pribadi yang mengantri untuk mengisi BBM. bayangkan
jika dalam satu hari ada sekitar 100 mobil pribadi yang membeli BBM, maka
penggunaan BBM akan sangat tidak terkendali. Bandingkan dengan para pengendara
mobil pribadi tersebut beralih ke angkutan umum maka hanya akan terdapat 9
mobil yang akan antri untuk mengisi BBM.
Sebagai seorang mahasiswa saya banyak menggunakan
angkutan umum sebagai alat transportasi yang efisien untuk ke berbagai tmpat.
Saat saya menuju ke kampus saya menggunakan angkutan umum Gading Serpong yang
berwarna kuning. Pada pagi hari saat menuju ke kampus biasanya penumpang
angkutan umum adalah para mahasiswa dan beberapa orang yang akan berangkat
kerja. Jarak dari asrama sampai kampus tidak jauh, jadi saya hanya membayar
Rp3.000.-. Pada pagi hari angkutan umum yang sudah beroperasi sudah banyak
sehingga saya tidak perlu takut untuk ketinggalan angkutan umum. Angkutan umum
biasanya lewat di jalan raya, jadi saya tidak perlu pergi ke terminal untuk
menunggu angkutan umum saya hanya perlu menununggu di depan jalan raya.
Pada saat saya pulang kampus ada juga beberapa
angkutan umum yang lewat di depan kampus saya, namun pada jam pulang kampus
biasanya angkutan umum yang beroperasi tidak sebanyak pada pagi hari. Pada saat
di dalam angkutan umum ada banyak penumpang lain juga, penumpang biasanya
teman-teman kampus saya dan beberapa orang yang pulang setelah selesai bekerja.
Saya membayar tarif angkutan umum pada saat pulang kampus yaitu Rp3.000,- ,
tarif ini sama dengan tarif yang saya bayar pada saat saya datang ke kempus ini
karena jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh.
Pada saat saya berkunjung ke rumah paman saya,
pertama saya naik angkutan umum yang berada di depan Giant Supermarket, angkutan
umum ini adalah jurusan Kelapa Dua, Perapatan Kantor dan Malabar. Dalam
angkutan tersebut ada banyak penumpang lainnya sehingga tempat duduk yang ada
di dalam angkot penuh. Ada beberapa penumpang yang turun di Summarecon Mall
Serpong, mereka membayar tarif angkutan umu sebesar Rp3.000,- . Dalam
perjalanan ada beberapa kali terjadi pertukaran penumpang, ada penumpang yang
telah sampai di tempat tujuan mereka jadi mereka berhenti di tempat tersebut,
ada pula penumpang baru yang akan menuju tempat lain. Untuk sampai di rumah
paman saya, saya harus turun di Perapatan Kantor dan naik angkutan umum yang
lain untuk menuju tempat tujuan saya. Setelah sampai di perapatan kantor saya
membayar tarif angkutan umum sebesar Rp4.000,- . ada beberapa penumpang yang
turun bersama dengan saya, mereka juga membayar tarif angkutan umum sebesar Rp4.000,-
. di perapatan kantor ada beberapa jenis angkutan umum lainnya, ada yang
berwarna biru yang menuju ke Perum, warna kuning menuju ke Pasar Malabar, warna
biru muda menuju ke Cimone. Tujuan saya adalah ke Cimone jadi saya naik
angkutan umum berwarna biru muda yang bertuliskan angka 02. angkutan umum yang
akan saya tumpangi belum langsung berangkat tetapi harus menunggu sampai ada
sekitar enam penumpang di dalam angkutan umum tersebut. Setelah jumlah
penumpang sudah sekitar enam orang angkutan umum langsung berangkat menuju ke
terminal Cimone. Dalam perjalan tidak sedikit terjadi pergantian penumpang.
Bagi penumpang yang jarak tempat tujuannya dekat biasanya dikenakan tarif
sebesar Rp3000,-. Setelah sampai di terminal Cimone saya membayar tarif
angkutan umum sebesar Rp4.000,-. Untuk sampai di rumah paman saya, saya harus
naik angkutan umum lagi, saya harus naik angkutan umum yang berwarna kuning
hijau dan harus membayar tarif angkutan umum sebesar Rp3.000,-. Jumlah uang
yang saya keluarkan untuk menuju ke rumah paman saya adalah Rp11.000,- . tarif
ini lebih murah dibandingkan jika saya harus naik taksi atau menyewa mobil.


