Selasa, 28 Januari 2014

Paragraf Deskriptif

Angkutan Umum
Saat melakukan kegiatan sehari-hari baik ke kampus, pergi jalan-jalan, bahkan ke tempat ibadat, sebagian besar orang-orang menggunakan angkutan umum sebagai alat transportasi. Pada dasarnya angkutan umum adalah sarana untuk mengangkut orang atau barang dari suatu tempat ke tempat yang ditujukan. Dalam mengangkut penumpang, angkutan umum biasanya mengenakan tarif yang telah disetujui oleh pemerintah. Tarif yang diberikan kepada para penumpang biasanya dapat dihitung dari jarak angkut penumpang sampai ke tempat tujuan penumpang.
Angkutan umum biasanya dapat kita jumpai di terminal atau di tempat perhentian. Angkutan umum yang ada di setiap daerah biasanya memiliki warna yang bermacam-macam.  Perbedaan warna pada angkutan umum bertujuan agar para penumpang dapat membedakan angkutan yang akan mengangkut mereka ke tempat tujuan mereka. Selain perbedaan warna, angkutan umum juga menggunakan angka untuk membedakan tempat tujuan mereka.
Angkutan umum berperan dalam memenuhi kebutuhan manusia untuk berpindah tempat baik dalam jarak dekat, jarak menengah, atau jarak jauh. Angkutan umum juga berperan dalam pengendalian lalulintas, penghematan bahan bakar, dan pengembangan wilayah.
Peran angkutan umum untuk berpindah tempat baik dalam jarak dekat, jarak menengah, atau jarak jauh dapat dilihat dari jumlah tarif yang dikenakan kepada penumpang. Angkutan umum yang berada di Gading Serpong yang berwarna kuning mengenakan tarif Rp3.000.- untuk penumpang dari Summarecon Serpong sampai ke Kelapa Dua. Ketika kita berada di angkutan umum pak sopir tidak membetikan biaya kepada kita, tetapi ketika kita akan turun dari angkutan umum pada saat sampai di tempat tujuan, kita harus membayar Rp3.000.-. Jika kita memberikan uang dengan pecahan lebih dari Rp3.000.- , maka sopir akan mengembalikan uang kembalian. Untuk jarak dekat, angkutan umum daerah Gading Serpong mengenakan tarif dasar yaitu Rp3.000.- . Berbeda halnya jika penumpang yang berada di daerah Summarecon Serpong menuju di Perampatan Kantor, angkutan umum mengenakan tarif Rp4.000.- . Penumpang angkutan umum yang berada di Gading Serpong menuju Malabar diberikan tarif Rp5.000.- .
Bukan hanya tarif yang murah, angkutan umum juga dapat mengangkut paling banyak 12 penumpang dalam satu kali perjalanan. Penumpang yang ada di dalam angkutan umum adalah anak sekolah, mahasiswa, pegawai, ibu-ibu yang manuju ke pasar, dan sebagainya.
Angkutan umum berperan dalam pengendalian lalulintas yaitu dapat mengatasi kemacetan. Ketika kita mengamati lalu lintas yang semakin hari semakin padat karena banyaknya pengguna mobil pribadi tentunya itu sangat mengganggu kenyamanan dalam perjalanan kita. Angkutan umum yang dapat mengangkut 12 penumpang tentunya menjadi salah satu cara untuk mengatasi kemacetan yang terjadi. Bayangkan jika 12 penumpang yang ada di dalam angkutan umum memiliki mobil pribadi, itu akan menambah jumlah mobil di jalan raya.
Banyak berita yang dimuat di surat kabar dan televisi yang menampilkan berita tentang kelangkaan Bahan Bakar Minya atau BBM. Kita tahu Minyak Bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui atau dalam kata lain tidak dapat terus ada dan pada suatu saat akan habis. Dengan penggunaan angkutan umum, kita dapat menghemat BBM. Ketika kita berada di SPBU sangat banyak mobil pribadi yang mengantri untuk mengisi BBM. bayangkan jika dalam satu hari ada sekitar 100 mobil pribadi yang membeli BBM, maka penggunaan BBM akan sangat tidak terkendali. Bandingkan dengan para pengendara mobil pribadi tersebut beralih ke angkutan umum maka hanya akan terdapat 9 mobil yang akan antri untuk mengisi BBM.
Sebagai seorang mahasiswa saya banyak menggunakan angkutan umum sebagai alat transportasi yang efisien untuk ke berbagai tmpat. Saat saya menuju ke kampus saya menggunakan angkutan umum Gading Serpong yang berwarna kuning. Pada pagi hari saat menuju ke kampus biasanya penumpang angkutan umum adalah para mahasiswa dan beberapa orang yang akan berangkat kerja. Jarak dari asrama sampai kampus tidak jauh, jadi saya hanya membayar Rp3.000.-. Pada pagi hari angkutan umum yang sudah beroperasi sudah banyak sehingga saya tidak perlu takut untuk ketinggalan angkutan umum. Angkutan umum biasanya lewat di jalan raya, jadi saya tidak perlu pergi ke terminal untuk menunggu angkutan umum saya hanya perlu menununggu di depan jalan raya.
Pada saat saya pulang kampus ada juga beberapa angkutan umum yang lewat di depan kampus saya, namun pada jam pulang kampus biasanya angkutan umum yang beroperasi tidak sebanyak pada pagi hari. Pada saat di dalam angkutan umum ada banyak penumpang lain juga, penumpang biasanya teman-teman kampus saya dan beberapa orang yang pulang setelah selesai bekerja. Saya membayar tarif angkutan umum pada saat pulang kampus yaitu Rp3.000,- , tarif ini sama dengan tarif yang saya bayar pada saat saya datang ke kempus ini karena jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh.

Pada saat saya berkunjung ke rumah paman saya, pertama saya naik angkutan umum yang berada di depan Giant Supermarket, angkutan umum ini adalah jurusan Kelapa Dua, Perapatan Kantor dan Malabar. Dalam angkutan tersebut ada banyak penumpang lainnya sehingga tempat duduk yang ada di dalam angkot penuh. Ada beberapa penumpang yang turun di Summarecon Mall Serpong, mereka membayar tarif angkutan umu sebesar Rp3.000,- . Dalam perjalanan ada beberapa kali terjadi pertukaran penumpang, ada penumpang yang telah sampai di tempat tujuan mereka jadi mereka berhenti di tempat tersebut, ada pula penumpang baru yang akan menuju tempat lain. Untuk sampai di rumah paman saya, saya harus turun di Perapatan Kantor dan naik angkutan umum yang lain untuk menuju tempat tujuan saya. Setelah sampai di perapatan kantor saya membayar tarif angkutan umum sebesar Rp4.000,- . ada beberapa penumpang yang turun bersama dengan saya, mereka juga membayar tarif angkutan umum sebesar Rp4.000,- . di perapatan kantor ada beberapa jenis angkutan umum lainnya, ada yang berwarna biru yang menuju ke Perum, warna kuning menuju ke Pasar Malabar, warna biru muda menuju ke Cimone. Tujuan saya adalah ke Cimone jadi saya naik angkutan umum berwarna biru muda yang bertuliskan angka 02. angkutan umum yang akan saya tumpangi belum langsung berangkat tetapi harus menunggu sampai ada sekitar enam penumpang di dalam angkutan umum tersebut. Setelah jumlah penumpang sudah sekitar enam orang angkutan umum langsung berangkat menuju ke terminal Cimone. Dalam perjalan tidak sedikit terjadi pergantian penumpang. Bagi penumpang yang jarak tempat tujuannya dekat biasanya dikenakan tarif sebesar Rp3000,-. Setelah sampai di terminal Cimone saya membayar tarif angkutan umum sebesar Rp4.000,-. Untuk sampai di rumah paman saya, saya harus naik angkutan umum lagi, saya harus naik angkutan umum yang berwarna kuning hijau dan harus membayar tarif angkutan umum sebesar Rp3.000,-. Jumlah uang yang saya keluarkan untuk menuju ke rumah paman saya adalah Rp11.000,- . tarif ini lebih murah dibandingkan jika saya harus naik taksi atau menyewa mobil.

Sabtu, 11 Januari 2014

131225

Untuk pertama kalinya merayakan hari Natal tanpa ditemani oleh keluarga tercinta. Jadinya Natal kali ini kurang berkesan dan sangat tidak istimewa.



foto yang diambil pada saat hari Natal yang baru lewat. Foto cuma sendiri gak bersama keluarga. So lonely, but Happy Merry Christmas all.